Zona Promo

dumaizone.com  
Jumat, 7 Agustus 2020  
 
 
DEPAN
 
 
 
Candi Muara Takus Kebanggaan Riau, Cagar Budaya yang Sepi Pengunjung
Dipostingkan pada 24 Juli 2020 | 09:26 WIB
 
Candi Muara Takus yang diyakini sebagai warisan leluhur zaman Kerajaan Sriwijaya menjadi kebanggaan masyarakat Provinsi Riau, Indonesia. Bahkan, pemerintah daerah ini menjadikannya sebagai destinasi wisata unggulan.

Namun, nama besar Candi Muara Takus tidak sesuai harapan. Keberadaan candi yang diharapkan dapat memajukan sektor pariwisata daerah ini justru sepi pengunung. Padahal, untuk menjangkau lokasi komplek candi tidaklah sulit.

Situs budaya Candi Muara Takus yang berada di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, ini dapat ditempuh melalui transportasi darat melewati jalan lintas Riau-Sumatera Barat.

Berjarak 135 kilometer dari Kota Pekanbaru, situs ini dapat kita capai selama lebih kurang dua jam perjalanan. Bila dari Kota Bangkinang yang berjarak 58 kilometer dapat ditempuh dengan waktu yang tak mencapai satu jam perjalanan.

Sesampai di persimpangan Desa Muara Mahat, kita berbelok ke kanan untuk menuju lokasi. Sementara belokan ke kiri untuk jalan terus menuju Sumbar.

Saat berada di komplek Situs Budaya Candi Muara Takus ini, terbayanglah bahwa di daerah ini dulu-dulunya sudah berkembang kehidupan masyarakat yang cukup baik. Namun, belum dapat dipastikan kapan candi ini didirikan. Para pakar purbakala ada yang menyebut bahwa candi ini dibangun pada abad ke-4 dan ada yang menyebut abad ke-7, 9, serta abad ke-11.

Bahkan, sejarawan menyebut bahwa di komplek Candi Muara Takus ini pernah sebagai pusat pemerintahan di zaman keemasan Kerajaan Sriwijaya yang bercorak Hindu, sebelum pusat Kerajaan Sriwijaya pindah ke Sumatera Selatan.

Berada di dalam komplek candi ini, kita dapat melihat beberapa bangunan candi, seperti Candi Sulung, Candi Bungsu, Candi Mahligai, dan Candi Palangka. Komplek candi ini dikelilingi tembok dan di luar areal juga dikelilingi tembok hingga ke pinggiran Sungai Kampar.

Candi Sulung atau Candi Tua terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian atap, badan, dan kaki. Bagian atas atau bagian atap berbentuk stupa yang terpotong. Sementara Candi Bungsu bentuknya sangat mirip dengan Candi Sulung, tapi bagian atapnya yang sedikit berbeda karena berbentuk persegi.

Sedangkan bangunan Candi Mahligai kelihatan paling utuh dibandingkan dengan candi lainnya. Candi ini berbentuk seperti lingga, yang mirip dengan candi-candi yang ada di India dan Thailand. Kabarnya, dulu di setiap sudut candi ini terdapat patung Singa. Namun, saat ini tidak kelihatan lagi.

Candi lainnya adalah Candi Palangka yang terletak di bagian Timur Candi Mahligai. Bangunan candi yang paling kecil di komplek ini diyakini sebagai altar yang digunakan semasa Kerajaan Sriwijaya.

Kementrian Pendidikan menyebutkan, kawasan Cagar Budaya Percandian Muara Takus merupakan candi Buddha. Hal tersebut terlihat dari adanya stupa yang merupakan lambang Buddha Gautama. Ada pendapat yang mengatakan bahwa arsitektur candi ini merupakan percampuran unsur Ciwaistis, Budhistis, dan Indonesia. Unsur Ciwaistis dapat terlihat pada penggunaan motif lingga dan yoni. Unsur Budhistis yaitu dengan adanya stupa dan bunga teratai (padma), sedangkan unsur Indonesia yaitu adanya punden berundak-undak, dan jenjang naik menuju moksha.

Gaya bangunan stupa Candi Muara Takus sendiri sangatlah unik karena tidak ditemukan di tempat lain di Indonesia. Bentuk candi ini memiliki kesamaan dengan stupa Buddha di Myanmar, stupa di Vietnam, Sri Lanka atau stupa kuno di India pada periode Ashoka, yaitu stupa yang memiliki ornamen sebuah roda dan kepala singa, hampir sama dengan arca yang ditemukan di kompleks Candi Muara Takus.

Kawasan Candi Muara Takus ini telah ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya yang dilindungi undang-undang melalui Surat Keputusan (SK) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor KM.9/PW.007/MKP/2003 tanggal 4 Maret 2003.

Sementara itu, pada tanggal 6 Oktober 2009, Candi Muara Takus juga sudah masuk ke dalam Tentative List dari UNESCO No Ref: 5464 yang diajukan oleh Pemerintah Indonesia melalui Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia ke UNESCO untuk diteliti dan ditetapkan sebagai salah satu dari Situs Warisan Dunia.

"Pemeritah telah mengusulkan candi ini sebagai situs budaya warisan dunia, tapi sayang kondisinya sepi pengunjung. Kelihatannya minat masyarakat untuk mengunjungi Candi Muara Takus sangat kecil," kata Fahraini, M.Pd, Guru SMK PGRI Pekanbaru, yang baru-baru ini mengunungi Candi Muara Takus bersama rekan alumni SMA Negeri Bangkinang.

Sebagai warga Kota Pekanbaru yang berasal dari Kabupaten Kampar, dia sangat menyayangkan keberadaan candi yang seakan kurang baik dalam pengelolaannya. Akibatnya, wisatawan yang berkunjung sangat sedikit. Padahal, infrastruktur jalan menuju ke lokasi dinilainya cukup bagus.

Dia berharap dengan adanya objek wisata baru, seperti objek wisata Binamang, air terjun Putri Kayangan, dan lainya, yang lokasinya tidak jauh dari Candi Muara Takus, bisa berdampak bagi peningkatan kunjungan ke komplek candi.

Fahraini juga sangat berharap kepada pemerintah daerah agar mencari solusi dalam upaya peningkatan kunjungan ke objek wisata bersejarah Candi Muara Takus ini. Salah satunya memikirkan agar di sekitar lokasi ada kegiatan atau aktifitas lain sebagai penunjang minat wisatawan berkunjung.

"Kalau kondisi saat ini, kita hanya semata-mata datang untuk melihat candi, setelah itu pulang. Tak ada yang lain. Akibatnya, tak ada minat untuk kembali lagi ke sini," ujar dia.

Selain itu, Dinas Pendidikan bisa menggalakkan sekolah-sekolah untuk mengajak anak didik ke komplek Cagar Budaya Candi Muara Takus. Ini dinilai memang sudah sepatutnya dilakukan, agar anak didik bisa melihat langsung keberadaan candi. Tidak hanya sekadar mengetahui melalui pelajaran sejarah di sekolah.

Tekad Pemerintah Provinsi Riau untuk memajukan sektor pariwisata patut diacungi jempol. Namun, hal itu diingatkan agar tidak hanya sekadar menjadi slogan. Semua elemen masyarakat patut mendukung. Sebagai masyarakat awam, kita hanya bisa ikut meramaikan. Ayo kita bekunjung ke Candi Muara Takus!***(melalak.net/Yusnaidi Abdullah)








 
 
 
 
 





 
 
 
 
Muhammad Said Didu
 
 
 
 
Ragam Info  
 
 
21 Januari 2013 | 10:03 WIB
Percayakan asuransi Anda pada AJB Bumiputra 1912. Info lebih lanjut hubungi Marketing Dumai Sri Susilawati, SH di nomor 085271972633. Kami memberikan ....

 
17 Desember 2010 | 15:20 WIB
AMAZONE MULTIJASA memberikan pelayanan dalam pembuatan stempel, kartu undangan, kartu nama, photocopy, jilid, stiker, advertising, neon box, spanduk, ....

 
21 Oktober 2010 | 21:45 WIB
Jika Anda ingin menjual barang: mobil, sepeda motor, tanah, rumah, dan lainnya, kirimkan foto dan keterangan barang, serta harga yang ditawarkan ke du ....

 
 
© 2009 dumaizone.com