Zona Promo

dumaizone.com  
Rabu, 25 November 2020  
 
 
DEPAN
 
 
 
Tidak Punya Ikon Daerah, Potensi Wisata Dumai Perlu Sentuhan Tangan Visioner
Dipostingkan pada 10 November 2020 | 10:18 WIB
 
Kota Dumai dengan garis pantai yang cukup panjang, tentunya menjadi daerah potensial untuk berkembang dalam berbagai sektor, termasuk sektor kepariwisataan.

Sayangnya, Kota Dumai yang juga memiliki letak strategis berbatasan langsung dengan Negara Malaysia, belum punya destinasi wisata andalan.

Bahkan, Kota Dumai hingga saat ini tidak punya ikon daerah yang dapat dibanggakan, sebagaimana di daerah lainnya, seperti Kota Bukittinggi dengan Jam Gadangnya atau berbagai daerah lainnya.

Memang sudah ada potensi garis pantai yang dijadikan destinasi wisata, tapi masih ala kadarnya dan belum mendapatkan sentuhan tangan secara profesional.

Tersebutlah ada wisata alam mangrove yang dikenal dengan nama Bandar Bakau. Lokasinya berada di Jalan Nelayan Laut, Dumai Barat. Selain itu, di sekitar Dumai Barat ini juga ada objek wisata Pantai Purnama.

Bila kita melewati Jalan Dumai menuju Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis, kita akan dapat menjumpai objek wisata pantai di Kecamatan Medang Kampai.

Di daerah ini ada Pantai Panorama di Kelurahan Mundam, Pantai Puak dan Pantai Koneng di Kelurahan Teluk Makmur, dan Pantai Legenda di Kelurahan Pelintung. Serta ada beberapa objek wisata pantai lainnya.

Patut diakui bahwa kondisi objek wisata ini masih sangat kalah dengan objek wisata di luar daerah Riau. Namun, bolehlah sebagai alternatif bagi warga Riau daratan untuk bermain-main sembari melihat laut.

"Objek wisata Dumai itu sebenarnya sudah jadi, tapi ya belum dikemas secara sungguh-sungguh. Keberadaanya masih banyak kekurangan dan keterbatasan fasilitasnya," ujar Paisal, SKM. Mars, Calon Wali Kota Dumai, kepada melalak.net.

Karenanya, potensi wisata Dumai butuh sentuhan tangan sang pemimpin visioner yang mampu memanfaatkan peluang di masa depan. Disamping itu, perlu mendapatkan dukungan serius dari berbagai pihak, terutama dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. Ini kerja serius, yang bisa dilakukan pemimpin daerah yang mau melakukan berbagai terobosan.

Potensi wisata Dumai ini harus dikembangkan demi menunjang ekonomi masyarakat dan meningkatkan kemajuan daerah. Fakta yang dapat dilihat saat ini adalah dengan dibukanya Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, maka berbondong-bondong orang datang ke darah pesisir ini. Objek wisata selalu ramai dan rumah makan, serta usaha kuliner menuai berkahnya.

Paisal berharap ke depannya, Kota Dumai harus punya ikon daerah. Salah satu ikon daerah bisa dibangun di Taman Bukit Gelanggang. Lokasi ini merupakan alun-alunnya Kota Dumai yang belum dikemas dengan baik.

Menurutnya, di Taman Bukit Gelanggang layak dijadikan ikon daerah. Selain itu, perlu dilakukan penataan lebih baik dalam upaya menjadikannya sebagai salah satu pusat jajanan rakyat dan pusat kuliner. Begitu pula perlu penatáan pada arena bermain dan taman-taman agar lebih indah.

Di Taman Bukit Gelanggang ini juga perlu dihidupkan dengan pentas seni, budaya, dan sastra. Apalagi, Kota Dumai yang memiliki keberagaman suku sebagai potensi kekayaan daerah.

Selain itu, anak-anak muda Kota Dumai yang kreatif dapat menyalurkan bakat seni, budaya, dan sastranya di lokasi ini. Selama ini anak-anak Dumai belum punya tempat yang khusus untuk menyalurkan bakatnya.

"Penampilan pentas seni, budaya, dan sastra dapat dilakukan bergiliran dari masing-masing suku. Dengan demikian nantinya ada sesuatu yang istimewa yang akan disajikan bagi wisatawan. Orang-orang yang datang ke Dumai dengan senang hati untuk menginap, bukan hanya sekadar numpang lewat," kata dia.

Selain destinasi wisata pantai yang sudah perlu dikemas lebih baik, di Kecamatan Sungai Sembilan juga punya potensi wisata yang dapat dikelola dengan baik. Sebagaimana kampung adat di Batu Teritip dan Basilam Baru sebagai pusat kegiatan suluk di Kota Dumai.

Menurut Paisal, Basilam Baru patut dikembangkan sebagai destinasi wisata religi. Daerah ini bila dikelola dengan baik, maka bakal menjadi tujuan bagi orang-orang luar untuk melaksanakan aktifitas suluk dan kegiatan keagamaan lainnya.

"Saya ingin menyulap Basilam Baru menjadi seperti di daerah Langkat, Sumatera Utara, yang menjadi pusat kegiatan suluk. Bila disulap dengan baik, ribuan orang bisa hadir di sini," ujarnya.

Pembangunan sektor kepariwisataan dinilai Paisal tidak boleh dipandang sebelah mata. Sebab, majunya sektor kepariwisataan di suatu daerah akan menunjang kemajuan di sektor lainnya.

Patut menjadi catatan penting bagi berbagai elemen masyarakat di Kota Dumai bahwa dengan dibukanya Tol Permai, ramai orang berkunjung ke daerah ini. Tempat-tempat wisata dan kuliner, kini selalu ramai.

Momen seperti itu harus selalu dimanfaatkan dan dikembangkan agar sektor kepariwisataan tumbuh dengan baik di daerah pesisir Riau ini. Insya Allah.***(melalak.net)












 
 
 
 
 





 
 
 
 
Muhammad Said Didu
 
 
 
 
Ragam Info  
 
 
21 Januari 2013 | 10:03 WIB
Percayakan asuransi Anda pada AJB Bumiputra 1912. Info lebih lanjut hubungi Marketing Dumai Sri Susilawati, SH di nomor 085271972633. Kami memberikan ....

 
17 Desember 2010 | 15:20 WIB
AMAZONE MULTIJASA memberikan pelayanan dalam pembuatan stempel, kartu undangan, kartu nama, photocopy, jilid, stiker, advertising, neon box, spanduk, ....

 
21 Oktober 2010 | 21:45 WIB
Jika Anda ingin menjual barang: mobil, sepeda motor, tanah, rumah, dan lainnya, kirimkan foto dan keterangan barang, serta harga yang ditawarkan ke du ....