Zona Promo

dumaizone.com  
Minggu, 17 Desember 2017  
 
 
DEPAN
 
 
 
Melihat Senyum Monalisa di Museum Louvre Paris
Dipostingkan pada 10 Oktober 2017 | 19:51 WIB
 
KALAU sudah sampai di Paris tak cuma wajib berkunjung ke Menara Eiffel, tapi juga mesti mengunjungi museum Louvre. Museum yang pintu masuknya berbentuk piramida ini merupakan museum seni terbesar di dunia dan memajang lukisan mahakarya Leonardo da Vinci, Monalisa yang sangat terkenal. Dengan banyaknya karya seni yang disimpan, menjadikan museum Louvre sebagai museum yang paling banyak dikunjungi pada 2016.

Ada sekitar 7,3 juta wisatawan yang mengunjungi Louvre tahun 2016, sebagian kecilnya saya lihat ketika berkunjung ke Louvre. Meski masih pagi, antrean masuk ke Louvre telah mengular. Malas antre, hal pertama yang saya lakukan begitu sampai adalah berselfie di beberapa piramida yang ada di sini.

Saya menuju Louvre dengan naik metro tujuan Palais Royal-Musee du Louvre, begitu keluar langsung berhadapan dengan pintu masuk Louvre. Karena Louvre dikunjungi oleh ratusan ribu orang setiap harinya, untuk mengurangi panjangnya antrean dibangun 3 pintu masuk. Selain pintu masuk utama di depan piramida, pengunjung bisa masuk lewat pintu masuk bawah tanah mall Carrousel du Louvre dan Porte des Lions.

Piramida Louvre tentunya sangat menarik perhatian karena terkesan sangat modern bila dibandingkan dengan istana klasik yang mengelilinginya. Banyak yang selfie disini, termasuk saya. Ternyata piramida ini baru dibangun pada tahun 1989 oleh arsitek berdarah Amerika Tionghoa I.M. Pei. Awalnya, Louvre dibangun di area yang dulunya berfungsi sebagai benteng pada akhir abad ke-12. Tempat ini kemudian digunakan sebagai tempat tinggal raja Prancis, akademi hingga akhirnya diresmikan sebagai museum setelah revolusi Prancis.

Banyak yang mengatakan perlu 1 bulan untuk menjelajah semua bagian museum Louvre, atau kalau ingin melihat sebanyak mungkin dalam satu hari maka perlu datang pagi - pagi karena Louvre sangatlah luas dan penuh pengunjung. Louvre dibagi menjadi 8 bagian berdasar artworks yang dipamerkan yaitu Barang antik Mesir; Barang antik Timur Dekat; Barang antik Yunani, Etruscan dan Romawi; Seni Islam; Patung dan Karya Dekoratif; Lukisan; Cetakan; dan Gambar.

Yang selalu dipenuhi pengunjung tentunya bagian lukisan dimana lukisan Monalisa mahakarya Leonardo da Vinci dipajang. Bagi saya sendiri saya suka melihat karya - karya pelukis dan patung Italia. Juga seni dunia Islam. Bagian seni Islam ini baru saja dibuka tahun 2012 diantaranya dengan donasi sebesar puluhan juta euro dari yayasan serta sultan dan emir negara Islam.

Kepopuleran museum Louvre membuat pemerintah Prancis akhirnya membuka 2 cabang yaitu di kota Lens dan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Abu Dhabi kabarnya membayar ratusan juta euro untuk memperoleh hak menggunakan brand Louvre selama 30 tahun. Dengan banyaknya pengunjung, donasi, dibukanya cabang serta pendapatan sebagai lokasi syuting film The Da Vinci Code tentulah museum Louvre menjadi salah satu museum berpendapatan terbesar di dunia. Saya jadi terkagum - kagum dengan suksesnya bisnis di dunia seni ini.

Museum Louvre buka setiap hari kecuali hari selasa dari pukul 09.00 hingga 18.00 waktu setempat, kecuali hari Rabu dan Jumat dimana museum buka hingga jam 21.45 waktu setempat. Tiket masuk harganya 15 Euro atau sekitar Rp237.500. Bila ingin menghindari antrean, sebaiknya membeli tiket secara online sejak dari jauh hari.

Selain berkunjung dan memotret bagian dalam museum, bagi saya melihat - lihat keindahan arsitektur dan berfoto di depan Louvre Palace juga tak kalah penting. Apalagi saat malam istana yang kini digunakan sebagai museum Louvre ini bercahaya keemasan. Dari Louvre saya kemudian melanjutkan berjalan kaki dan menemukan taman cantik yang sering menjadi spot foto juga lokasi syuting film, Tuileries Garden. Di belakangnya berdiri istana cantik lainnya, Tuileries Palace.

Rupanya dengan berjalan kaki dari museum Louvre saya bisa mengunjungi beberapa destinasi wisata penting di Paris, seperti Arc de Triomphe du Carrousel yang dibangun untuk memperingati kemenangan pasukan Napoleon dalam perang. Monumen ini bentuknya mirip seperti Arc de Triomphe namun lebih kecil.
Juga Big Wheel di Place de la Concorde. Komidi putar yang kalau malam hari bersinar keemasan ini saat siang terlihat berbeda. Dari sini, perjalanan bisa dilanjutkan ke Menara Eiffel mengikuti puncak menaranya yang selalu terlihat.***( Dada Sathilla/okz)

 
 
 
 
 





 
 
 
 
Susi Pudjiastuti
 
 
 
 
Ragam Info  
 
 
21 Januari 2013 | 10:03 WIB
Percayakan asuransi Anda pada AJB Bumiputra 1912. Info lebih lanjut hubungi Marketing Dumai Sri Susilawati, SH di nomor 085271972633. Kami memberikan ....

 
15 Juli 2011 | 19:57 WIB
Anda butuh penyambungan baru listrik, hubungi kami biro instalasi Cahaya Riau Abadi di nomor HP 085265260272. ....

 
17 Desember 2010 | 15:20 WIB
AMAZONE MULTIJASA memberikan pelayanan dalam pembuatan stempel, kartu undangan, kartu nama, photocopy, jilid, stiker, advertising, neon box, spanduk, ....

 
21 Oktober 2010 | 21:45 WIB
Jika Anda ingin menjual barang: mobil, sepeda motor, tanah, rumah, dan lainnya, kirimkan foto dan keterangan barang, serta harga yang ditawarkan ke du ....

 
 
© 2009 dumaizone.com