Zona Promo

dumaizone.com  
Rabu, 19 September 2018  
 
 
DEPAN
 
 
 
Melihat Kota Tua Jeddah yang Menyimpan Sejarah Jamaah Haji Indonesia Era Hindia Belanda
Dipostingkan pada 10 Agustus 2018 | 21:44 WIB
 
Kota Jeddah menyimpan banyak sejarah haji bangsa Indonesia sejak masih menjadi jajahan Hindia Belanda. Dimulai kisah perjalanan jamaah haji menggunakan kapal laut yang berlabuh di sana.

Kemudian kota ini juga menyisakan bangunan-bangunan tua yang diyakini sebagai salah satu tempat pemeriksaan jamaah haji Indonesia kala itu.

Pada 1872, Hindia Belanda mendirikan konsulat di Jeddah. Lokasinya berada di Kompleks Kota Tua Jeddah yang biasa disebut dengan Al Balad.

Menurut catatan Konsul W Hanegraaf dalam laporannya pada 1873 yang dimuat di buku 'Consuls and the Institutions of Global Capitalism, 1783–1914 (2015)', konsul itu harus didatangi jamaah haji dari Tanah Air begitu tiba di Jeddah. Di sana jamaah kemudian menyerahkan surat izin perjalanan yang dikeluarkan otoritas Belanda di masing-masing daerah di Tanah Air untuk kemudian diregistrasi.

Begitu juga nanti saat mereka pulang berhaji dan hendak kembali ke kampung halaman. Mereka harus mengambil surat izin perjalanan yang disita ketika kedatangan.

"Jadi jika ada yang meragukan keaslian perjalanan haji seseorang, mereka tinggal menyurati konsul di Jeddah yang bisa langsung mengetahui daftar jamaah dari Pattie atau Soerabaja, misalnya," tulis Hanegraaf dalam laporan tersebut, sebagaimana Okezone kutip dari Kemenag.go.id, Rabu (8/8/2018).

Saat itu otoritas kolonial Belanda juga kerap menginterogasi para jamaah terkait perkembangan isu-isu perlawanan terhadap kolonialisme di Makkah. Hal tersebut secara tidak langsung menunjukkan di mana kira-kira lokasi konsulat Belanda di Jeddah pada masa itu.

"Buat kami, yang hidup seperti tahanan di dalam dinding Kota Jeddah, Makkah sebagai pusat Dunia Islam sama sekali tertutup," tulis Konsul J A de Vicq yang menjabat pada 1885–1889 dalam laporannya.

Lokasi persis konsulat Belanda di Al Balad tidak diketahui. Dari berbagai catatan disebutkan bahwa dibatasi oleh tembok-tembok dan gerbang-gerbang Kota Tua Jeddah. Dari berbagai dokumen didapatkan satu-satunya petunjuk dari gambar-gambar pada masa itu adalah ia terletak di sebelah selatan Gerbang Madinah.

Kini gerbang tersebut masih berdiri di seberang Jalan Masjid Qishas di wilayah Al Balad, Jeddah. Saat melihat ke sana, gerbang itu dijaga oleh dua Abdullah yang sama-sama warga Arab Saudi keturunan Afrika. Berjalan sore hari di labirin yang penuh dengan gang sempit ditemukan banyak tetua yang duduk santai. Mereka rata-rata keturuan Afrika.

Syarif, seorang lanjut usia yang juga berasal dari Mogadishu, membenarkan bahwa Al Balad dulunya sebagai tempatnya orang-orang nonmuslim saat difungsikan sebagai konsulat untuk pemeriksaan jamaah haji. "Jamaah haji dari zaman dulu sekali katanya di sini tempatnya," kata pria berusia 75 tahun tersebut.

Selama hampir dua jam berkeliling di Kota Tua Al Balad, belum dapat diketahui secara persis di mana gedung-gedung tempat jamaah haji lawas dari Tanah Air mengantre dan mengurus beleid menuju Tanah Suci. Tapi bisa dipastikan, mereka pernah di kota tua ini.***(okezone)
 
 
 
 
 





 
 
 
 
Ediswan, S.Ag
 
 
 
 
Ragam Info  
 
 
21 Januari 2013 | 10:03 WIB
Percayakan asuransi Anda pada AJB Bumiputra 1912. Info lebih lanjut hubungi Marketing Dumai Sri Susilawati, SH di nomor 085271972633. Kami memberikan ....

 
15 Juli 2011 | 19:57 WIB
Anda butuh penyambungan baru listrik, hubungi kami biro instalasi Cahaya Riau Abadi di nomor HP 085265260272. ....

 
17 Desember 2010 | 15:20 WIB
AMAZONE MULTIJASA memberikan pelayanan dalam pembuatan stempel, kartu undangan, kartu nama, photocopy, jilid, stiker, advertising, neon box, spanduk, ....

 
21 Oktober 2010 | 21:45 WIB
Jika Anda ingin menjual barang: mobil, sepeda motor, tanah, rumah, dan lainnya, kirimkan foto dan keterangan barang, serta harga yang ditawarkan ke du ....

 
 
© 2009 dumaizone.com