Zona Promo

dumaizone.com  
Minggu, 21 Oktober 2018  
 
 
DEPAN
 
 
 
Pelaksanaan Imunisasi di Sekolah Bikin Was-was Wali Murid
7 Agustus 2018 | 13:03 WIB
 
Banyak wali murid di Kota Dumai menyatakan rasa was-was menyikapi program imunisasi yang dilaksanakan di sekolah-sekolah. Bankan, mereka dengan tegas melarang anaknya untuk ikut serta diberi vaksin imunisasi.

Sebagaimana saat ini pemerintah sedang melaksanakan program imunisasi Measles Rubella (MR) serentak secara nasional yang dilaksanakan di sekolah-sekolah bagi anak usia 9-15 tahun, selama dua bulan, yaitu pada bulan Agustus dan September 2018.

“Kami dah ingatkan anak-anak agar tidak mau bila diberi suntik imunisasi. Sebab, sudah banyak kejadian yang diangkat ke media bahwa program imunisasi justru berdampak buruk bagi kesehatan anak,” ujar wali murid, yang enggan disebutkan jati dirinya.

Apalagi, mereka dapat informasi bahwa program imunisasi itu tidak sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. Diperkuat lagi dengan sikap Majlis Ulama Indonesia (MUI), yang dengan tegas menyatakan bahwa vaksin campak dan rubella itu tidak terbukti kehalalannya.

Menurutnya, beberapa kasus dampak buruk telah terjadi di berbagai wilayah Indonesia atas pelaksanaan program imunisasi. Sebagaimana beredar informasi bahwa banyak anak sekolah yang tumbang dan pingsan setelah diberi suntik imunisasi. Bahkan, ada informasi yang menyebabkan kelumpuhan, kanker, dan sebagainya.

Wali murid di Kota Dumai berharap kepada pemerintah di daerah ini, terutama melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan agar tidak memaksakan anak-anak untuk ikut suntik imunisasi.

“Bagi anak-anak yang menolak ikut imunisasi, jangan dipaksa harus ikut disuntik. Anak-anak yang menolak disuntik, boleh jadi itu karena orang tuanya yang melarang,” ujarnya.

Pelaksanaan imunisasi imunisasi MR di Kota Dumai akhirnya ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Hal itu sesuai sesuai surat edaran Kemenkes RI tentang kampanye Imunisasi MR Fase 2.

"Ditunda pelaksanaan pemberian vaksin campak dan rubella ini dengan mengacu surat edaran kementrian kesehatan, agar tidak ada lagi permasalahan," kata Faisal, Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, sebagaimana dilansir antara, kemarin.

Langkah selanjutnya, Dinkes Dumai akan menunggu arahan dari Kemenkes RI terkait pemberian vaksin campak dan rubella ini. Pemerintah memberi kesempatan menunda sambil menunggu serifikat halal dari vaksin tersebut.

Sebelumnya, program kampanye imunisasi MR telah dicanangkan Pemerintah Kota Dumai pada 1 Agustus 2018 dimulai di SMP Negeri Binaan Khusus. Dimana target sasaran yang akan diberi imunisasi sebanyak 86.555 anak.***(dumaizone/yus)
 
 
 
 
 





 
 
 
 
Rezi Andika Putra, A. Md
 
 
 
 
Ragam Info  
 
 
21 Januari 2013 | 10:03 WIB
Percayakan asuransi Anda pada AJB Bumiputra 1912. Info lebih lanjut hubungi Marketing Dumai Sri Susilawati, SH di nomor 085271972633. Kami memberikan ....

 
15 Juli 2011 | 19:57 WIB
Anda butuh penyambungan baru listrik, hubungi kami biro instalasi Cahaya Riau Abadi di nomor HP 085265260272. ....

 
17 Desember 2010 | 15:20 WIB
AMAZONE MULTIJASA memberikan pelayanan dalam pembuatan stempel, kartu undangan, kartu nama, photocopy, jilid, stiker, advertising, neon box, spanduk, ....

 
21 Oktober 2010 | 21:45 WIB
Jika Anda ingin menjual barang: mobil, sepeda motor, tanah, rumah, dan lainnya, kirimkan foto dan keterangan barang, serta harga yang ditawarkan ke du ....

 
 
© 2009 dumaizone.com