Zona Promo

dumaizone.com  
Minggu, 19 Januari 2020  
 
 
DEPAN
 
 
 
Ayah Reynhard Sinaga Terjerat Kasus Pengrusakan Hutan di Riau
10 Januari 2020 | 14:59 WIB
 
Saibun Sinaga, ayah kandung Reynhard Sinaga yang terbukti memerkosa puluhan pria di Manchester, Inggris, ternyata memiliki jejak kasus perusakan hutan di Provinsi Riau.

Saibun yang merupakan pengusaha itu terjerat kasus perusakan hutan di Kabupaten Indragiri Hulu melalui salah satu perusahaanya PT Ronatama Agro, perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan sawit.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPNS DLHK) Provinsi Riau, Agus dihubungi Antara di Pekanbaru, Kamis, mengatakan Saibun pernah ditetapkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam perkara itu pada 2017 lalu.

Penetapan status DPO itu dilakukan karena Saibun tidak pernah memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan terkait perkara yang ditangani DLHK terhadap PT Ronatama.

Padahal, kata Agus, saat itu pihaknya telah menetapkan seorang tersangka Martua Sinaga, salah satu karyawan perusahaan itu sebagai tersangka.

"Perkaranya itu kan perkara perusakan hutan sesuai Undang-Undang nomor 18 tahun 2013. Kami pada 2017 itu melakukan proses hukum terhadap penggunaan kawasan hutan. Kita amankan dua alat berat ekskavator di Indragiri Hulu," katanya.

"Dari hasil pemeriksaan, pemilik kebun ituSaibun. Kita lalu panggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Namun panggilan tidak pernah dipenuhi," lanjutnya.

Dia mengatakan, dalam perkara tersebut, DLHK Riau telah menetapkan seorang tersangka, Martua Sinaga, yang tidak lain karyawan PT Ronatama. Martua pun telah divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Indragiri Hulu 3 tahun 8 bulan denda Rp2 miliar subsider 2 bulan kurungan.

Sementara Saibun, selaku bos Ronatama tak pernah sekalipun memenuhi panggilan penyidik. Padahal, jaksa dalam petunjuknya sempat meminta agar Saibun diperiksa. Namun, Saibun selalu berkilah.

DLHK yang dikejar tenggat waktu untuk segera merampungkan penyidikan pun menetapkan status DPO. "Kita terbitkan DPO untuk melengkapi berkas.
Tapi belum tersangka. Masih saksi," katanya.

Sampai saat ini, status DPO itu belum dicabut oleh DLHK. Untuk itu, Agus mengatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan akan melanjutkan proses hukum terhadap Saibun.

Namun, dia menuturkan perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan untuk menentukan langkah selanjutnya. "Kami koordinasikan dulu dengan pimpinan," ujarnya.

Informasi yang dirangkum, kasus perusakan hutan itu terjadi di hutan produksi terbatas Batang Gangsal di areal seluas 288 hektare. HPT yang dirambah tersebut di Desa Siambul, Kecamatan Batang Gangsal, Indragiri Hulu, Riau.***(antara)
 
 
 
 
 





 
 
 
 
Elga Naldy
 
 
 
 
Ragam Info  
 
 
21 Januari 2013 | 10:03 WIB
Percayakan asuransi Anda pada AJB Bumiputra 1912. Info lebih lanjut hubungi Marketing Dumai Sri Susilawati, SH di nomor 085271972633. Kami memberikan ....

 
17 Desember 2010 | 15:20 WIB
AMAZONE MULTIJASA memberikan pelayanan dalam pembuatan stempel, kartu undangan, kartu nama, photocopy, jilid, stiker, advertising, neon box, spanduk, ....

 
21 Oktober 2010 | 21:45 WIB
Jika Anda ingin menjual barang: mobil, sepeda motor, tanah, rumah, dan lainnya, kirimkan foto dan keterangan barang, serta harga yang ditawarkan ke du ....

 
 
© 2009 dumaizone.com